BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Sebelum
kita bahas tentang faktor (pembagi) persekutuan terbesar, marilah kita lihat beberapa peragaan berikut:Perhatikan dua
bilangan a = 6 dan b = 8.Jika A adalah himpunan semua faktor dari a, dan B
adalah himpunan semua faktor dari b, serta C adalah himpunan semua faktor
persekutuan dari a dan b, maka:
A
= {-6, -3, -2, -1, 1, 2, 3, 6}
B
= {-8, -4, -2, -1, 1, 2, 4, 8}
C
= A∩B = {-2, -1, 1, 2}
Unsur
(anggota, elemen) dari C yang terbesar adalah 2
2
merupakan faktor persekutuan yang terbesar dari a = 6 dan b = 8
2
juga merupakan bilangan bulat positif terbesar yang membagi a = 6 dan b = 8
Sekarang
bagaimana kalau diambil a = -6 dan b = 8
A
= {-6, -3, -2, -1, 1, 2, 3, 6}
B
= {-8, -4, -2, -1, 1, 2, 4, 8}
C
= A∩B = {-2, -1, 1, 2}
Unsur
dari C yang terbesar adalah 2.
2
merupakan faktor persekutuan yang terbesar dari a = -6 dan b = 8
2
juga merupakan bilangan bulat positif terbesar yang membagi a = -6 dan b = 8
Dengan jalan yang sama, jika diambil a = -6 dan b =
-8, maka juga akan diperolehfaktor
persekutuan terbesar dari a dan b adalah 2.
Jika
untuk menyatakan faktor persekutuan terbesar dari a dan b digunakan lambang(a,
b), maka dapat ditentukan bahwa:(6, 8) = 2(-6, 8) = 2(-6, -8) = 2
Ternyata, faktor persekutuan terbesar dari dua
bilangan bulat a dan b, apapun tandamasing-masing,
selalu diperoleh nilai yang bertanda positif.
Bagaimana
keadaan faktor persekutuan terbesar ini jika a atau b (tidak
keduanya) bernilai nol?Ambil a = 0 dan b = 6
A
= himpunan semua faktor a = 0= { …, -7, -6, -5, -4, -3, -2, -1, 1, 2, 3, 4, 5,
6, 7, …}
B
= himpunan semua faktor b = 6= {-6, -3, -2, -1, 1, 2, 3, 6}
C
= A∩B= {-6, -3, -2, -1, 1, 2, 3, 6}
Unsur
yang terbesar dari C adalah 6,
berarti
(a, b) = (0, 6) = 6
Untuk
a = 0 dan b = 0,
perhatikan
bahwa:
A
= {…, -4, -3, -2, -1, 1, 2, 3, 4, …}
B
= {…, -4, -3, -2, -1, 1, 2, 3, 4, …}
C
= {…, -4, -3, -2, -1, 1, 2, 3, 4, …}
Sehingga tidak mungkin menentukan unsur yang terbesar
dari C, atau faktor persekutuan
terbesar dari a = 0 dan b = 0 tidak ada.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Dan Pembahasan
Ditentukan x, y∈Z, x dan y keduanya tidak bersama-sama bernilai 0. p∈Z disebut pembagi (faktor) persekutuan (common
divisor, common factor) dari x dan y jika p|x (p membagi x) dan p|y (p membagi y) p∈Z disebut pembagi (faktor)
persekutuan terbesar (gcd = greatest commondivisor, gcf = greatest common
factor) dari x dan y jika p adalah bilangan bulat positif
terbesar yang membagi x (yaitu p|x) dan membagi y (yaitu p|y).
Perlu
diperhatikan bahwa d = (a, b) didefinisikan untuk setiap pasang bilangan
bulata, b∈Z kecuali a = 0 dan b = 0. Demikian
pula, perlu dipahami bahwa (a, b) selalu bernilai bilangan bulat positif, yaitu d∈Z
dan d > 0 (atau d≥1).
Contoh:
1. Himpunan semua faktor 16 adalah:A = {-16, -6, -4,
-2, -1, 1, 2, 3, 4, 8, 16}
Himpunan semua faktor 24 adalah:B = {-24, -12, -8,
-6, -4, -3, -2, -1, 1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, 24}
Himpunan
semua faktor persekutuan 16 dan 24 adalah:C = {-8, -4, -2, -1, 1, 2, 4, 8}
Karena
unsur C yang terbesar adalah 8, maka (16, 24) = 8
Cobalah
cari (-16, 24), (16, -24), (-16, -24), (24, -16), dan (-24, 16).
Himpunan semua faktor 12 adalah {-12, -6, -4, -3, -2,
-1, 1, 2, 3, 4, 6, 12}
Himpunan
semua faktor 18 adalah {-18, -9, -6, -3, -2, -1, 1, 2, 3, 6, 9, 18}
Himpunan
semua faktor persekutuan 12 dan 18 adalah {-6, -3, -2, -1, 1, 2, 3, 6}
Jadi:
(16, 24) = 83
Secara umum pengertian tentang faktor
persekutuan dari dua bilangan bulat dituliskan sebagai defenisi berikut ini:
Defenisi
1
Jika a dan b adalah bilangan-bilangan bulat maka bilangan bulat disebut faktor
persekutuan dari a dan b jika dan hanya jika d|a dan d|b.
Oleh karena 1 adalah pembagi (faktor)
dari setiap bilangan bulat maka 1 adalah
faktor persekutuan dari a dan b. Jadi himpunan faktor persekutuan dari a dan b tidak pernah kosong.
Apabila sekurang- kurangnya satu dari a dan b tid k samaor persekut dengan nol maka
himpunan semua faktor persekutuan bulat positif dari a dan b merupakan himpunan
berhingga. Sehingga mesti ada anggota dari himpunan tersebut yang terbesar dan
disebut faktor persekutuan terbesar (FPB) dari a dan b secara formal, hal
tersebut dinyatakan sebagai
definisi berikut.
Definisi
2
Jika a dan b bilangan – bilangan bulat yang
sekurang-kurangnya satu diantaranya tidak sama dengan nol maka faktor
persekutuan terbesar (FPB) dari a dan b ditulis “(a, b) “ adalah suatu bilangan
bulat positif d yang memenuhi
(i) d|a dan d|b,serta
(ii) jika e |a dan e|b maka e≤d.
Dari defenisi tersebut dapat dimengerti bahwa jika (a,b)=d,maka d≥1,apabila
ada faktor persekutuan lain misalnya e
maka e≥d
Contoh:
Faktor bulat positif dari -12 adalah 1,2,3,4,6,12
Faktor bulat positif dari30 adalah 1,2,3,5,6,10,15,30
Maka FPB yang positif dari -12 dan 30 adalah 1,2,3,6
Jadi faktor persekutuan terbesar dari -12 dn 30 adalah 6,atau dapat ditulis
secara singkat sebagai (-12,30)=6
Perhatikan bahwa (30,105)=15 dan (30:15,105:15)=(2,7)=1, apabila (a,b) =
d,apakah (a:d,b:d)=1?
Misalkan
(a:d,b:d)=c maka c ≥1 dan c|(a:d) dan c|(b:d).
c|(a:d)
maka ada bilangan bulat m sehingga a:d =mc atau a=mcd
c|(b:d)
maka ada bilangan bulat n sehingga b:d=nc atau b=ncd
karena
a=mcd dan b=ncd maka cd adalah factor persekutuan dari a dan b. karena (a,b) =
d maka cd ≤d, yaitu c ≤ 1,sebab d suatu
bilangan bulat positif. Karena c ≥ 1 dan c≤ 1maka c=1
uraian
tersebut merupakan bukti dari teorema berikut:
Teorema
1
jika
(a,b) = d maka (a:d,b:d) = 1
Apabila a dan b dua bilangan bula positif dengan (a,b) = 1 maka
dikatakan bahwa a dan b saling prima atau a prima relative terhadap b
Teorema 2
Jika
a dan b bilangan-bilangan bulat dengan a ≥ 0 maka aada dengan tunggal pasangan
bilangan-bilangan q dan r yang memenuhi
b =
q a + r, dengan 0 ≤r≤a
Bilangan bilangan bulat q
dan r dalam teorema ini berturut turut disebut hasil bagi dan sisa dalam
pembagian b oleh a
sebagai
ilustrasi,jika a = 21, dan b = 75 maka
q= 3 dan r=12, yaitu:
b =
q a + r
75 =
3.21 + 12
Disini
tampak bahwa (75,21) = (21,12) = 3
Apakah
benar b = q a + r maka (b,a) = (a,r)?
Misalkan (b,a) = d dan (a,r) = c, maka kita akan membuktikan bahwa
c=d
Karena
(b,a) = d maka d|b dan d|a,dan kaarena b = a q + r maka
d|r. dari d|a dan d|r maka d adalah factor persekutuaan dari a dan r
Selanjutnya karena (a,r) = c maka
a|c,dan r|c dan kaarena b = a q + r maka c|b. dari c|a dan c|b maka c adalah
factor persekutuan dari a dan b tetapi karena (a,b)=d maka d≥c
Dari
d≤c dan d≥c maka c = d,yaitu (b,a) = (a,r)
Uraian
tersebut merupakan bukti dari teorema berikut ini
Teorema 3
Jika
b= a q + r maka (b,a) = ( a, r)
Dengan menggunakan teorema tersebut
memudahkan kita untuk menghitung FPB terbesar dari sebarang bilangan bulat
meskipun bilangan bilangan bulat tersebut cukup besar
Contoh
:
Carilah
(5767,4453)
Penyelesaian
:
5767
= 1 . 4453 + 1314 maka (4767,4453)= (4453,1314)
4453
= 3 . 1314 + 511 maka (4453,1314) = (1314,511)
1314
= 2 . 511 + 292 maka (1314,511) = ( 511,292)
511
= 1 . 292 + 73 maka (511,292) = (292,73)
292
= 4 . 73 + 0 maka (292,73) = (73,0) = 73
Jadi
(5767,4453) = 73
Teorema
4
Apabila a dan b bilangan bilangan
bulat tidak nol maka ada bilangan x dan y sedemikian hingga
Ax +
by = (a,b)
Sesuai
dengan teorema ini apabila (a,b) = 1 maka ada bilangan bulat x dan y hingga ax
+ by = 1
Teorema 5
Apabila a dan b dua bilangan bulat tidak nol
maka a dan b saling prima jika dan hanya jika ada bilangan bulat x dan y yang
memenuhi ax + by = 1
Contoh
:
Hitunglah
(247,299) dan tentukan bilangan bilangan bulat m dan n yang memenuhi 247m +
299n = (247,299)
Jawab
: 299 = 1 . 247 + 52
247
= 4 . 52 + 39
52 =
1. 39 + 13
39 =
3.13
Jadi
(247,299) = 13
13 =
52-(247 – 52 . 4)
= 52 . 5 -247
= (299 -247 )5 -247
= 299.5 + 247 (-6)
Jadi
m dan n adalah 5 dan -6misalkan a|c dan b|c dapatkah kita menyimpulkan bahwa
ab|c.
Diambil
dari contoh sebagai berikut:
8|24
dan 6|24 maka tidak benar bahwa 8.6|24,tetapi apabila diberi tambahan ketentuan
bahwa (a,b) = 1 maka kita dapat menyimpulkan bahwa ab | c
Hal
itu ditunjukkan sebagai berikut
Karena
(a,b)= 1 menurut teorema 5 tersebut maka ada bilangan bilangan bulat x dan y
sedemikian hingga
Ax+by
= 1
Jika
kedua ruas dikalikan c maka diperoleh persamaan
Acx
+ bcy = c ………(1)
Karena
a|c dan b|c maka ada bilangan bilangan bulat r dan t sedemikian hingga c = ar
dan c = bt, sehingga persamaan (1) menjadi
Abtx
+abry = c
Ab(tx
+ ry) = c
Ini
beraarti ab|c
Apabila diketahui bahwa a|bc,apakah kita dapat menyimpulkan bahwa
a|b atau a|c?
Diambil
sebagai contoh :
6|(3.4)
maka tidak benar apabila kita menyimpulkan bahwa 6|3 dan 6|4
Tetapi
apabila a|bc ditambah ketentuan (a,b)=1 maka kita dapat menyimpulkan bahwa a|c
Hal
itu ditunjukkan sebagai berikut:
Karena (a,b) = 1 maka ada bilanan
bilangan bulat x dan y sedemikian hingga :
Ax+by
=1
Jika
kedua ruas dari persamaan ini dikalikan dengan c maka diperoleh :
Acx+bcy=c
Karena
a|bc dan a|ac maka a|(acx+bcy) atau a|c
Uraian
yang tampak sederhana ini tetapi pernyataan itu merupakan hal yang mendasar
(fundamental) dan bias disebut dengan “lemma Euclid”
Teorema lemma Euclid:
Jika a|bc dan (a,b) = 1 maka a|c
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Secara umum pengertian tentang faktor
persekutuan dari dua bilangan bulat dituliskan sebagai defenisi berikut ini:
Jika a dan b
adalah bilangan-bilangan bulat maka
bilangan bulat disebut faktor persekutuan dari a dan b jika dan hanya jika d|a
dan d|b.
Jika a dan b bilangan – bilangan bulat yang
sekurang-kurangnya satu diantaranya tidak sama dengan nol maka faktor
persekutuan terbesar (FPB) dari a dan b ditulis “(a, b) “ adalah suatu bilangan
bulat positif d yang memenuhi.